Skip to main content
News

Netis Hadirkan Solusi Human Resource Information System dengan Fokus Performance Management

By 11 October 2018December 6th, 2018No Comments

Guna memberikan efisiensi dan efektivitas dalam berbagai kegiatan operasional bisnis, teknologi dihadirkan untuk mendampingi kebutuhan tersebut. Berbagai solusi teknologi yang mendukung kebutuhan bisnis kini mulai bermunculan, termasuk yang dikembangkan oleh startup dalam negeri. “Netis” adalah julukan untuk sistem pengelola SDM atau sering disebut Human Resource Information System (HRIS) yang dikembangkan Netika.

Sistem berbasis web ini memiliki berfokus pada pengelolaan kinerja (performance management). Fokus tersebut memberikan nilai unik bagi Netis, di saat kebanyakan HRIS yang ada di pasaran saat ini berfokus pada personnel administration (pengelolaan kehadiran/cuti/lembur dan sejenisnya).

“Ide pengembangan Netis adalah fakta di lapangan yang ditemui oleh tim HR Consulting Netika, bahwa sistem HRIS yang ada fokusnya adalah pada personnel administration, sehingga tidak memadai untuk menunjang pengelolaan kinerja,” ujar pengembang Netis Arnold Siboro kepada tim DailySocial.

Arnold menceritakan Netis dibangun dengan konsep bahwa Human Capital Management itu sederhananya adalah tentang pekerjaan (JOB) dan orang (PEOPLE), serta bagaimana mengelola keduanya untuk mencapai kesesuaian antara pekerjaan dengan orang (JOB-PEOPLE Match). Netis membantu praktisi pengelola SDM di perusahaan, para manajer lini, dan para karyawan untuk meminimalisasi kesenjangan antara pekerjaan dan orang (JOB-PEOPLE Gap), serta meningkatkan kinerja karyawan dan organisasi. Karena ia meyakini bahwa kinerja karyawan dan organisasi akan meningkat jika kesesuaian pekerjaan dan orang meningkat atau tercapai.

“Pasar yang kami incar adalah pasar Small and Medium Enterprises (SME), sebab SME adalah tulang punggung ekonomi dan jumlahnya semakin berkembang, namun produk HRIS di pasaran yang memadai untuk mengelola kinerja adalah produk dengan pricing yang ditujukan bagi perusahaan besar,” ujar Arnold memaparkan segmentasi pasar Netis.

Berbekal core expertise di bidang Human Resources (HR), best practice pengelolaan SDM yang terintegrasi dimasukkan ke dalam Netis, mulai dari rekrutmen karyawan, pelatihan dan pengembangan, manajemen kinerja, manajemen karir dan talent, sampai dengan manajemen remunerasi.

Bercerita tenang potensi HRIS di Indonesia, Arnold menceritakan pengalamannya. Hampir di setiap perusahaan yang dikunjungi memahami pentingnya pengelolaan kinerja bagi kemajuan bisnis perusahaan, namun ada beberapa kendala yang sering dihadapi. Misalnya, tidak sedikit perusahaan ingin mengembangkan HRIS sendiri. Hal ini diduga diakibatkan ketidakpercayaan terhadap produk software secara umum, yang mungkin selama ini dibuat oleh developer lokal yang hari ini ada besok menghilang. Mengembangkan HRIS sendiri masih memungkinkan jika sebatas untuk personnel administration. Namun untuk sampai ke fitur-fitur pengelolaan kinerja (performance, career, recruitment dan sejenisnya) yang baik, pengetahuan yang dalam tentang HR sangat diperlukan.

“Visi kami adalah dengan adanya Netis, maka bukan hanya di Jakarta saja perusahaan-perusahaan bisa dengan mudah menggunakan layanan dari ahli HR, tapi juga diluar Jakarta dan diseluruh Indonesia, sebab Netis mempermudah pekerjaan seorang konsultan HR dalam membenahi pengelolaan SDM di perusahaan,” ujar Arnold bersemangat memaparkan visi ke depan dari Netika.

“Lebih lanjut, sehubungan dengan MEA yang rencananya akan dimulai tahun 2015, kami memiliki visi untuk menjadikan Netis layanan SaaS yang global dan dimulai dari ASEAN,” tutupnya