Hal-Hal yang Perlu Kamu Ketahui Soal Venture Capital Indonesia

Hal-Hal yang Perlu Kamu Ketahui Soal Venture Capital Indonesia

Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan rintisan atau startup memang memiliki pertumbuhan yang masif di tanah air. Dengan berbagai konsep bisnis yang ditawarkan, perusahaan-perusahaan startup itu seolah berlomba mengumpulkan dana investor. Beruntung, keberadaan Venture Capital Indonesia sangat membantu keberlangsungan perusahaan startup.

Sebelum menjadi sangat besar dan punya valuasi yang fantastis, Gojek serta Tokopedia adalah startup. Kedua perusahaan yang kini bergabung dalam entitas GoTo itu juga memulai dari langkah kecil dan memperoleh pendanaan dari investor. Nah, ingin mengikuti jejak yang sama? Bisa saja! Asalkan konsep bisnis Kamu mampu menarik hati Venture Capital Indonesia.

 

Apa Sih Venture Capital Indonesia?

Banyak perusahaan rintisan yang layu sebelum berkembang karena terhalang modal, sehingga kesulitan beroperasi. Namun kini, modal bukanlah masalah besar asalkan kamu punya konsep bisnis yang mampu membuat para Venture Capital (VC) terpikat.

Lantas, apa sih Venture Capital (VC) itu?

Secara umum, VC merupakan lembaga keuangan yang memberikan pendanaan alias modal kepada perusahaan-perusahaan rintisan (startup). Investasi yang digelontorkan oleh VC jelas bisa membantu sebuah startup berkembang. Namun tidak semua startup bisa mendapat bantuan dana, karena hanya startup yang punya prospek besar dalam jangka panjang bakal dipilih.

Sebagai investor, VC tentu berhak mendapat keuntungan bisnis, ketika startup yang dipilih menuai laba usaha. Lantaran uang yang digelontorkan biasanya dalam jumlah besar, VC jelas bukan milik perorangan. Di dalam sebuah VC, ada LP (Limited Partners) yang merupakan investor-investor individu dengan jumlah uang selangit, dana investasi perbankan dan lembaga keuangan lain.

Dengan potensi kerugian startup sangatlah tinggi yakni mencapai 90% seperti dilansir Fortune, VC jelas tak bisa sembarangan dalam memberikan dana. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, hanya perusahaan rintisan yang mampu balik modal dalam waktu cepat dan meraup untung signifikan saja bakal  dipilih oleh pihak VC.

 

Jenis Pendanaan Venture Capital Indonesia

Dengan bisnis startup yang terus berkembang besar, rupanya mendorong pendanaan yang diberikan VC jadi makin variatif. Nah, kalau kamu memang ingin jadi pebisnis startup, beberapa jenis pendanaan dari Venture Capital berikut ini wajib dipelajari:

Seed Capital, pendanaan ini biasanya diberikan VC kepada startup yang bahkan belum punya produk dan manajemen profesional. Karena itu Seed Capital biasanya memberikan bantuan dana dalam jumlah kecil supaya perusahaan bisa menguji contoh produknya di pasaran

Startup Capital, pendanaan jenis ini diberikan VC pada startup yang sudah punya produk sendiri dan siap mencari tambahan pekerja.

Early Stage Capital, merupakan dana investasi yang diberikan kepada perusahaan-perusahaan rintisan berkembang dan punya prospek statistik positif selama 2-3 tahun mendatang. Biasanya Early Stage Capital dipakai VC supaya penjualan, produksi dan efisiensi startup makin meningkat.

Expansion Capital, untuk perusahaan-perusahaan rintisan yang sudah mapan dan siap memperluas jangkauan bisnis serta pasar baru, pendanaan jenis Expansion Capital wajib diburu startup di Venture Capital.

Late Stage Capital, ketika perusahaan rintisan sudah makin tumbuh, punya keuangan yang menjanjikan dan prospek bisnis positif, dana tentu akan tetap dibutuhkan supaya perusahaan tetap konsisten. Nah, gelontoran dana itu bisa memakai Late Stage Capital yang diberikan oleh VC.

Bagaimana? Sungguh sangat membantu sekali bukan keberadaan Venture Capital Indonesia ini bagi perusahaan rintisan? Untuk itu bagi kamu yang masih baru saja memulai langkah kecil lewat bisnis startup, jangan patah semangat. Asalkan konsep bisnis yang kamu tawarkan menjanjikan dalam jangka panjang, akan ada banyak VC yang antri untuk memberikan dana.