Skip to main content
News

Fishtron, Platform Investasi Pertama di Kota Malang Bantu Sejahterakan Petani Indonesia

By 11 October 2018December 6th, 2018No Comments

MALANGTIMES – Berawal dari seringnya melakukan interaksi dan kunjungan terhadap petani-petani yang ada di daerah Malang, empat pemuda akhirnya memutuskan untuk mendirikan sebuah startup di sektor pertanian bernama Fishtron.

Fishtron adalah sebuah platform yang membantu petani mulai dari permodalan sampai penjualan hasil panen.

Keempat pemuda yang mencetuskan ide kreatif ini ialah Muhamad Ali Dofir (CEO), Galih Dandung Akbar Gumala (COO), Reza Adhitama (CMO), dan Danang Nugroho (CTO).

Minggu (22/7/2018) siang digelar acara peresmian program kerjasama antara Fishtron dengan KRPL Punokawan yakni kelompok pemuda desa yang berkecipung di sektor sayuran organik di Desa Bedali Kecamatan Lawang Kabupaten Malang.

Muhammad Ali Dofir, Chief Executive Officer Fishtron menjelaskandari 1.000 masalah yang dihadapi oleh Petani, sebenarnya ada tiga masalah pokok.

“Mahalnya input produk seperti benih, pupuk, pestisida, dan biaya pengolahan lahan. Sistem pengelolaan hasil tani (panen) yang harus melalui tengkulak untuk dijual di pasaran ternyata banyak merugikan petani. Harga yang tidak transparan saat panen dan jalur distribusi yang terlalu panjang mengakibatkan harga beli yang sangat rendah di petani tetapi tinggi di konsumen,” jelas dia kepada MalangTIMES.

Di beberapa kasus, tengkulak hanya mampu membantu memasarkan hasil panen tanpa membeli secara pasti dari petani, namun ternyata hal ini lebih banyak merugikan petani jika komoditi tidak laku di pasar dan harus dikembalikan lagi ke petani.

Lebih lanjut, sulitnya sistem peminjaman ke badan keuangan dikarenakan panjangnya admistrasi, menyebabkan petani mau tidak mau harus meminjam ke rentenir.

Sistem peminjaman ke rentenir dengan model yang kadang tidak manusiawi menyebabkan petani hanya memiliki keuntungan yang sangat kecil.

Inovasi Fishtron yang ingin membantu petani untuk menyelesaikan ketiga permasalahan tersebut di kota Malang mendapat repon baik dari seluruh pihak.

“Puji syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa, respon dari berbagai pihak sangat positif, baik dari petani, masyarakat selaku investor, dan perangkat pemerintahan,” jelas Dofir.

Sementara itu, Dicki selaku Ketua KRPL Punokawan menjelaskan bahwa acara ini murni menjadikan Fishtron sebagai tamu.

“Kami senang dengan program yang diadakann oleh Fishtron, dan Allhamdulillah hal ternyata mendapat respon dan tanggapan baik dari berbagai pihak, termasuk perangkat desa disini. Akhirnya terbentuklah acara ini,” tutur dia.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak seperti pembina KRPL Punokawan, perangkat desa setempat, serta warga Desa Bedali yang terlihat turut meramaikan kegiatan.

Dengan perkembangan teknologi saat ini, Fishtron bertekad mempermudah masyarakat menjadi investor di sektor pertanian.

Lewat jasa ini, investasi dapat dilakukan oleh berbagai kalangan mulai siswa sampai dewasa. Hanya dengan Rp 50.000 petani dapat berinvestasi.

Resiko yang diberikan untuk investor terbilang kecil, karena petani yang menjadi mitra Fishtron dipilih bukan secara sembarangan.

Mereka merupakan aktor pertanian yang sudah bersertifikat, berpengalaman dan menggeluti bidang pertanian minimal 5 tahun.

Investor dapat dengan mudah memilih proyek yang ingin mereka danai dan memantau hasil investasi nya kapan saja melalui website www.fishtronindinesia.com.

Platform penjualan hasil pertanian yang langsung dari petani. Kami ingin memotong rantai distribusi penjualan hasil panen dengan menjamin dan memberikan akses bagi petani untuk menjual hasil panennya langsung ke pihak industri, pabrik olahan, dan retail produk pertanian.

Layanan ini akan mampu meningkatkan harga jual di petani, sehingga mereka dapat mendapatkan hasil yang lebih baik dari sebelumnya.

Platform penyediaan produk-produk input pertanian, seperti pupuk, pestisida, benih dan layanan pengolahan lahan pertanian.

Saat ini, banyak petani yang mengeluhkan mahalnya produk-produk input dan sulitnya mendapat bahan untuk membuat produk input secara mandiri.

Saat ini sudah ada empat petani binaan Fishtron di daerah Malang. Dofir mengungkapkan tahun 2018 ini perusahaan menargetkan seribu petani Jawa Timur dapat terfasilitasi dan terbina oleh Fishtron, baik dari segi permodalan, penjualan hasil panen, ataupun pengadaan produk-produk input dengan harga bersahabat.

Reza selaku Chief Marketing Officer, menambahkan bahwa tidak semua petani bisa menjadi mitra dan binaan Kami. Ada beberapa tahapan proses yang harus dijalani terlebih dahulu.

“Kami mau memastikan apakah petaninya tersebut benar-benar serius dengan pekerjaannya, berapa lama dia menjadi petani. Hal ini kami lakukan untuk meminimalisir risiko-risiko yang akan timbul pada investor dan pelaku sektor pertanian ini,” imbuh Reza.

Di Desa Bedali sendiri Fishtron membukan proyek pertanian organik. Produk-produk pertanian organik memiliki harga yang lebih bagus dan stabil di pasaran.

Selain itu resiko pada sektor pertanian organik rendah dikarenakan menggunakan media tanam green house yang 100% terkontrol dan tidak akan ada hama dan penyakit yang mudah masuk ke area lahan, banyaknya permintaan pasar baik dari Malang dan luar Malang juga menjadi alasan kenapa Fishtron memilih proyek sayuran organik ini.

Sejak tahun 2017 Fishtron telah menerima investasi dari UMG Indonesia yang digunakan untuk memulai dan menjalankan usaha ini.

“Kami yakin bahwa sektor pertanian adalah usaha yang tidak akan ada matinya. Selagi masih ada umat manusia, selagi masih ada kehidupan, sejauh itu pula pertanian akan terus dibutuhkan keberadaannya. Fishtron akan terus bertekad untuk menjadi Connecting Farmer Happiness, karena tanpa mereka tidak akan ada sesuap nasi di piring kita,” sambung Dofir. (*)