News

Aruna Indonesia Bawa Misi Sejahterakan Nelayan Lewat Teknologi

By 11 October 2018December 6th, 2018No Comments

arid Naufal Aslam bersama kedua rekannya, Indraka Fadhlillah dan Utari Octavianty, mendirikan Aruna karena keprihatinan mereka terhadap kondisi industri perikanan dan kelautan Indonesia.

“Seharusnya dengan segala potensi yang ada, bidang kelautan dan perikanan Indonesia bisa menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Nelayan-nelayan hidup sejahtera dan daerah pesisir-pesisir kita maju. Namun yang terjadi adalah sebaliknya,” ujar Farid.

Farid menambahkan, penghasilan rata-rata nelayan menurut BPS, hanya sebesar Rp1,1 juta per bulan. Dalam sepuluh tahun terakhir, jumlah nelayan menurun sebesar lima puluh persen. Selain itu, tingkat konsumsi ikan nasional pun masih rendah dibandingkan negara lain, yaitu sekitar 40 kilogram per kapita setiap tahunnya.

Farid dan kawan-kawannya kemudian melakukan riset selama dua tahun.

“Dulu Daka (sapaan Indraka) sampai ikut nelayan melaut, tidur di masjid, mengunjungi kampung nelayan di pelosok Jawa Barat, supaya tahu apa saja permasalahan nelayan dan apa saja yang bisa kita bantu nantinya,” kenang Farid.

Aruna Indonesia_1 | Founder

Indraka Fadhlillah bersama salah seorang nelayan mitra Aruna

Dari informasi yang terkumpul, mereka memutuskan untuk menciptakan sebuah sistem yang dapat menjadi solusi bagi permasalahan di industri perikanan dari hulu ke hilir.

Di antaranya, memperbaiki sistem pengawasan komoditas, membantu nelayan memasarkan hasil laut tanpa harus melalui tengkulak, serta memudahkan konsumen untuk mendapatkan komoditas yang diperlukan dengan harga yang masuk akal.

Teknologi untuk menyejahterakan nelayan dan perikanan

Tim Aruna kemudian menciptakan teknologi untuk mengumpulkan data-data real time dari mitra-mitra mereka. Selain big data, mereka juga memiliki aplikasi Enterprise Resource Planning (ERP) yang ditujukan bagi kelompok nelayan untuk mengelola bisnis perikanan mereka setiap harinya. Aplikasi tersebut dilengkapi fitur-fitur seperti Point of Sales, pengaturan inventoris, pelaporan, dan lain sebagainya.

Aruna | Fitur

Layanan yang disediakan Aruna

Saat ini, Aruna memiliki tiga layanan utama. Yang pertama adalah Integrated Fishery Management, sistem aplikasi terintegrasi untuk pengelolaan bisnis perikanan.

Kemudian ada Fishery Data Intelligent, fitur yang menyediakan data dari sektor perikanan, termasuk persediaan ikan dan jumlah penjualan secara real time. Lalu, Online Fishery Trading, sistem perdagangan ikan dan hasil laut secara online.

Data-data yang didapat nantinya akan dibagikan ke pihak-pihak yang memerlukan.

“Informasi harga, lokasi persediaan, biaya logistik, biaya penyimpanan dan informasi produk lainnya akan dibuka untuk publik demi menciptakan transparansi dalam industri perdagangan ikan di Indonesia,” ujar Farid.

Sedangkan insight yang sifatnya lebih khusus untuk industri hanya akan diberikan ke kalangan terbatas seperti instansi pemerintahan melalui platform big data Aruna.