4 Penilaian Portofolio yang Biasa Dilakukan HRD

4 Penilaian Portofolio yang Biasa Dilakukan HRD

Dalam seleksi penerimaan karyawan baru di sebuah perusahaan, pastinya akan melalui tahap yang panjang. Tahap tersebut akan dimulai dari seleksi administrasi, tes tertulis, hingga wawancara, dan tes kesehatan. Dalam tahap seleksi administrasi misalnya, Anda harus memenuhi standar dengan mengirimkan CV dan portofolio yang Anda miliki. Jika penilaian portofolio Anda dianggap sesuai dengan kebutuhan perusahaan, maka Anda akan diloloskan dan masuk ke tahap selanjutnya.

Banyak HRD dari perusahaan yang menilai calon karyawan mereka dari portofolio yang dimiliki. Namun, apa saja sebenarnya kriteria dan penilaian portofolio yang biasa dilakukan dalam proses seleksi? Dan apa saja yang harus Anda persiapkan sebelum membuatnya?

 

Penilaian Portofolio Saat Seleksi Karyawan

Saat Anda baru lulus dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau perguruan tinggi, mungkin Anda akan mulai menyibukkan diri dengan mencari berbagai lowongan pekerjaan. Anda juga akan mulai mencari tempat kerja yang sesuai dengan kemampuan agar bisa mendapatkan posisi dalam memulai karir. Dalam melamar pekerjaan, membuat portofolio yang menarik dan berkualitas akan membuat Anda mendapatkan kesempatan yang lebih besar supaya bisa diterima bekerja.

Portofolio biasanya akan dibuat berdasarkan jenis pekerjaan yang akan dilamar dan tidak memiliki format yang khusus. Siapapun dapat membuat portofolio berdasarkan kreativitas agar dapat meningkatkan penilaian portofolio di mata HRD perusahaan.

Walau begitu, Anda perlu mengetahui berbagai aspek penilaian dari portofolio supaya bisa dilirik oleh HRD. Di bawah ini adalah beberapa penilaian portofolio yang bisa diperhatikan.

 

1. Pengalaman Kerja

Hal pertama yang menjadi penilaian adalah tentang pengalaman kerja sebelumnya. Hubungan antara pengalaman kerja dengan posisi yang Anda lamar sangat penting bagi para HRD atau tim perekrut. Anda bisa menyusun pengalaman kerja secara berurut dalam portofolio yang Anda miliki. dimulai dari yang terakhir Anda jalani.

Susunan ini akan memudahkan HRD untuk membaca sekilas pengalaman kerja yang pernah Anda jalani. Biasanya hal ini akan menjadi bahan pertanyaan tentang apa saja yang Anda lakukan pada pekerjaan sebelumnya.

 

2. Pencapaian yang Sudah Diraih

Pencapaian yang sudah diraih ini penting dicantumkan baik bagi Anda yang sudah memiliki pengalaman kerja atau belum. Pencapaian dalam portofolio harus dicantumkan. Dengan pencapaian ini, HRD bisa menilai apakah Anda memiliki skill dan kompetensi yang cocok dengan posisi tersebut atau tidak. Anda bisa menyertakan sertifikasi kompetensi bila diperlukan. Ini merupakan bukti bahwa Anda sudah berusaha keras dalam mencapai tujuan atau goals tertentu.

Pencapaian yang Anda raih juga jadi bukti kalau Anda bisa bekerja sesuai target dan deadline yang telah ditetapkan. Setiap pekerjaan tentunya akan memiliki target bukan? Maka dari itu, kepribadian Anda dapat dinilai dari pencapaian hasil yang Anda miliki dan cantumkan dalam portofolio.

 

3. Kemampuan dan Kapasitas Pekerjaan

Data yang Anda masukkan ke dalam portofolio akan memperlihatkan kemampuan dalam menangani masalah dan pekerjaan yang Anda jalani. Jika Anda melamar di posisi yang tinggi dan mengharuskan Anda untuk mengatur anak buah, seperti manager, maka Anda harus memiliki sifat kepemimpinan yang baik.

Anda juga bisa menyertakan sertifikat kompetensi, maka dengan dicantumkannya hal itu Anda akan mampu menjelaskan gambaran dari kemampuan dan keterampilan yang dimiliki. Sertifikasi kompetensi adalah penilaian sejauh mana Anda bisa menjalankan tugas. Dengan begini, HRD akan mudah menilainya, apakah tugas yang diberikan nantinya akan terlalu berat atau tidak bagi Anda. Saat melakukan sesi wawancara, Anda juga bisa menjelaskannya lebih rinci tentang tugas dan tanggung jawab yang pernah dilakukan di perusahaan sebelumnya supaya dapat meyakinkan HRD.

 

4. Visi Misi yang Dimiliki

Memiliki visi dan misi juga jadi salah satu penilaian portofolio HRD. Perusahaan akan lebih tertarik dengan membaca visi dan misi yang Anda miliki. Maka tidak ada salahnya jika Anda menambahkan visi dan misi atau filosofi hidup dan tujuan jangka pendek serta jangka panjang.

Membuat portofolio yang menarik sebenarnya tidak sulit agar bisa dilirik oleh perusahaan. Baik sudah memiliki pengalaman kerja atau belum, menciptakan portofolio yang sesuai dengan posisi yang dilamar adalah salah satu tips paling efisien. Dengan membuat portofolio kerja, HRD akan lebih mudah melakukan penilaian portofolio dan memahami pengalaman kerja yang kamu miliki.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *